Pengamatan Di Atas Kapal Pada Operasi Penangkapan Ikan Dengan Trawl Laut Dalam (Midwater Trawl) Di Laut Okhotsk – Rusia


Pengamatan Di Atas Kapal Pada Operasi Penangkapan Ikan Dengan Trawl Laut Dalam (Midwater Trawl) Di Laut Okhotsk – Rusia
 oleh Rachmat Juanda
1.       Pendahuluan
          Laut Okhotsk adalah sebuah wilayah laut yang berada diantara Semenanjung Kamchatka, garis Pantai Rusia, Pulau Sakhalin, Kepulauan Kuril, dan Pulau Hokaido Jepang, terletak di Samudra Pasifik Utara diantara  43O 43’ LU dan  62O 43’ LU,  135O 10’ BT dan  164O 54’ BT  denglan luas perairan 1.583.000 km2 (Dyphil, 2015). Potensi sumberdaya perikanan di Laut Okhotsk yang bernilai ekonomis penting adalah Herring (Clupea harengus) dan Alaska Pollock (Theragra chalcogrammus) (FAO, 1997). Herring dan Alaska Pollock merupakan sumber daya perikanan yang berperan nyata dalam sektor perikanan laut dan banyak dikomsumsi oleh masyarakat di belahan bumi Eropa, dan merupakan hasil tangkapan yang melimpah di Laut Okhotsk (Sibolevskaya dan Divovich, 2015). Laut Okhotsk-Rusia memiliki kelimpahan biota laut yang beragam serta produktivitas penangkapan yang tinggi. Menurut data FAO dalam penelitian Sobolevskaya dan Divovich (2015) tercatat terjadi penangkapan untuk ikan Alaska Pollock  mencapai 1.500.450 ton dalam setahun sedangkan untuk penangkapan Herring 222,041 ton pada tahun 2010.
          Trawl laut dalam yang beroperasi di Laut Okhotsk – Rusia memiliki target tangkapan berupa Herring (Clupea harengus) dan Alaska Pollock (Theragra chalcogrammus). Ikan tersebut hidup mencapai umur 3 – 4 tahun (O’Brien et al, 1993) dengan panjang sekitar 30 – 38 cm (Blaxter, 1985) pada kedalaman perairan 200 – 350 m dari permukaan laut. Penangkapan Alaska Pollock dilakukan pada kedalaman 90 – 300 m di perairan Laut Bering dan kedalaman 50 – 200 m di Teluk Alaska ( ketika musim dingin pada kedalaman 100 – 200 m dan ketika musim panas pada kedalaman 50 – 150).
          Data FAO dalam penelitian Sobolevskaya dan Divovich (2015) bahwa terjadi penurunan hasil tangkapan untuk ikan Herring dan Alaska Pollock. Pada tahun 1956 hingga 1975 tercatat hasil tangkapan Herring di Laut Okhotsk-Rusia sebesar 6.633.500 ton yang jika dirata-rata penangkapan dalam setahun mencapai 349.131 ton, pada tahun 1996 hingga 2004 sebesar 2.617.200 ton yang jika dirata-rata dalam setahun sebesar 327.156 ton. Jumlah ini semakin menurun pada tahun 2010, tercatat total hasil tangkapan hanya sebesar 232.370 ton dalam setahun. Sama halnya dengan Herring, pada hasil tangkapan Alaska Pollock juga terjadi penurunan hasil tangkapan. Pada tahun 1992 tercatat hasil tangkapan Alaska Pollock di Laut Okhotsk-Rusia sebesar 1.686.000 ton, pada tahun 1998 tercatat hasil tangkapan sebesar 1.351.000 ton dalam setahun, dan menurut data terakhir pada tahun 1999 terjadi penangkapan untuk Alaska Pollock sebesar 1.044.000 ton.  Studi mengenai trawl laut dalam di Laut Okhotsk – Rusia menjadi menarik karena memberikan data real mengenai hasil tangkapan Herring dan Alaska Pollock.
          Tujuan dari studi ini adalah untuk memberikan ini informasi mengenai komposisi hasil tangkapan dan laju tangkap trawl laut dalam (midwater trawl) yang beroperasi di Laut Okhotsk-Rusia, sehingga diharapkan mampu memberikan informasi mengenai hasil tangkapan trawl laut dalam (midwater trawl) di Laut Okhotsk-Rusia dan memberikan inspirasi pemanfaatan ikan laut dalam Indonesia.
2.       Bahan dan metode
2.1.    Waktu dan Tempat Studi
          Pengamatan dilakukan selama ± 8 bulan, dimulai sejak tanggal 21 Oktober 2014 sampai tanggal 4 Juni 2015. Pengamatan dilakukan dengan mengikuti kegiatan operasi penangkapan ikan di atas kapal Mys Elizavety milik perusahaan Tranzit Co. Ltd, Rusia. Mys Elizavety memiliki berat kotor 2975 GT dengan panjang keseluruhan (LOA) 84,65 m, lebar 13,71 m, draft 5,18 m, kapasitas tangki bahan bakar 765 ton, kapasitas tangki air tawar sebesar 310 ton, dan kapasitas palka sebesar 1321 m3 (800 ton). Daerah penangkapan Mys. Elyzavety berada di Laut Okhotsk Rusia yang termasuk dalam Area 61 dalam pemetaan Fishing Ground FAO, terletak pada Samudera Pasifik utara diantara Semenanjung Kamchatka di timur, Pulau Kuril di tenggara, Pulau Hokkaido di selatan, dan pulau Sakhalin dibagian barat.
          Jaring yang digunakan memiliki panjang head rope dan ground rope yang sama yaitu sebesar 191 m dengan panjang total jaring dalam posisi tegang yang diukur dari ujung sayap hingga ujung kantong 239,25 meter. Kedalaman jaring pada saat pengoperasian adalah 200 – 350 m. Ukuran mata jaring pada bagian sayap 6 m dengan diameter bahan untuk upper edge 14 mm dan untuk lower edge 16 mm dengan bahan jaring super danline 3st. Pada bagian badan jaring menggunakan ukuran mata yang berbeda dan bahan yang berbeda pula, untuk badan jaring yang mendekati sayap jaring memiliki ukuran mata jaring 4 m dengan bahan nylon 3st yang berdiameter bahan 10 mm, untuk bahan nylon braided memiliki ukuran mata sebesar 2 m dengan diamater 8 mm dan untuk ukuran mata 1 m berdiameter 6 mm, dan pada bagian badan untuk bahan eurofix nylon braided memiliki 3 ukuran mata yang berbeda sebesar 60 cm berdiameter 4 mm, ukuran mata 40 cm berdiameter 4 mm, dan ukuran mata 15 cm berdiameter 3 mm. Pada bagian kantong menggunakan bahan polytit br dengan ukuran mata sebesar 12 cm dengan diameter bahan 4 mm.
          Hasil tangkapan yang diperoleh dari setiap operasi penangkapan yang dicatat merupakan hasil tangkapan per setting yang telah dilakukan penanganan didalam pabrik yang terletak pada lower deck kapal dan dihitung dalam bentuk kantong dengan ukuran 20 kg/kantong untuk Herring dan Alaska Pollock, sedangkan untuk Alaska Pollock head less seberat 22 kg/kantong dan untuk telur ikan Alaska Pollock seberat 23 kg/karton. Jumlah ikan hasil tangkapan dilaporkan pada nakhoda atau mualim untuk dicatat di dalam fishing log book.
2.2.    Metode Analisa Data
          Komposisi hasil tangkapan yang diperoleh dianalisis secara deskriptif,  dengan cara melakukan pengamatan langsung di lapangan dan melakukan pencatatan hasil tangkapan setiap hari selama operasi penangkapan dilakukan, hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan antara jumlah dan rata-rata hasil tangkapan setiap bulannya yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan diagram sehingga mempermudah pembaca untuk memahami data komposisi hasil tangkapan yang ditampilkan.
          Data pasti untuk lama towing dan jumlah setting dalam satu hari tidak dilakukan pencatatan dengan sempurna, karena selama di atas kapal penulis dibebani banyak pekerjaan seperti anak buah kapal. Sehingga lama upaya penangkapan (effort) adalah estimasi berdasarkan pengamatan dan kebiasaan yang terjadi selama di atas kapal. Perhitungan laju tangkap trawl laut dalam yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan lama towing selama 4 jam dengan jumlah setting dalam satu hari sebanyak 4 kali setting, sehingga didapatkan lama upaya penangkapan (effort) selama 16 jam.   Analisis laju tangkap menggunakan formulasi Shindo dalam P. Sparre, S.C. Venema (1999) sebagai berikut:

  CPUE = Catch (kg)  
                Effort((jam)
 
Keterangan:
Catch              : Hasil tangkapan (kg)
Effort               : Upaya penangkapan (dikonversi dari towing dalam satuan jam)
          Hasil dari perhitungan laju tangkap ini akan dijelaskan secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel serta diagram, agar pembaca dapat lebih mudah memahami laju tangkap yang ditampilkan.
          Hasil tangkapan Alaska Pollock pada tanggal 3 Mei 2015 hingga 19 April 2015 merupakan ikan yang telah dilakukan pemotongan kepala. Namun, untuk menghitung besarnya laju tangkap ikan utuh diperlukan data mengenai bobot utuh dari Alaska Pollock yang telah dilakukan pemotongan kepala. Menurut Moeljanto (1992) nilai rendemen kepala ikan dan isi perut yang dibuang sebesar 30% dari berat total ikan. Nilai rendemen ini didapatkan berdasarkan bentuk tubuh ikan yang sejenis Alaska Pollock yaitu ikan Patin (Pangasius pangasius). Dari nilai rendemen kepala dan isi perut sebesar 30% maka untuk nilai bobot ikan setelah dipotong kepala dan dipisahkan isi perutnya sebesar 70% dari berat total ikan.  Dari hasil rendemen tersebut, maka didapatkan rumus untuk menentukan berat keseluruhan ikan yang telah dipotong kepala sebagai berikut: 

Berat Total = 10/7 x berat ikan setelah dipotong       
3.3.    Hasil
3.1.    Komposisi Hasil Tangkapan
          Tabel dibawah ini merupakan data hasil tangkapan selama 157 hari. Operasi penangkapan di mulai pada tanggal 3 November 2014 dan berakhir pada tanggal 17 Mei 2015 dengan hasil tangkapan Herring (Clupea harengus) dan Alaska Pollock (Theragra chalcogrammus). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1.

 Tabel 1. Komposisi hasil tangkapan Mys. Elyzavety
No.
Hasil Tangkapan
Jumlah hari penangkapan
Jumlah Hasil Tangkapan
(kg)
%
Rata-rata/hari
Nama Ilmiah
Nama Komersil
1.
Clupea harengus
Herring
93
9.087.520
71,2
97.715
2.
Theragra chalcogrammus
Alaska Pollock
64
3.674.292
28,8
57.410
Jumlah
157
12.761.812
100


          Pengamatan komposisi hasil tangkapan pada Mys. Elyzavety dilakukan setiap hari selama operasi penangkapan dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui komposisi jenis Ikan apa saja yang tertangkap pada bulan-bulan tertentu. Data hasil tangkapan tahun 2014 pada bulan November, dan Desember serta tahun 2015 pada bulan Januari, Februari, Maret, April, Mei. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2 dan Tabel 3.

Tabel 2. Rata-rata Hasil Tangkapan Tahun 2014
No.
Bulan
Hari penangkapan
Nama Pasaran
Rata-Rata /hari
Herring
Kantong
Kg
1.
November
22
87.431
1.748.620
            79.482
2.
Desember
22
112.162
2.243.240
101.955
Jumlah
44
199.593
3.991.860


Tabel 3. Rata-Rata Hasil Tangkapan Tahun 2015
No
Bulan
Hari
Penagkapan
Nama Pasaran
Rata2/ hari
Herring
Alaska Pollock
Kantong
Kg
Kantong
Kg
1.
Jan
25
129.782
2.595.640
-
-
103.825
2.
Feb
24
125.001
2.500.020
-
-
104.167
3.
Maret
25
-
-
4.3218
950.796
38.031
4.
April
24
-
-
73.123
1.541.776
64.240
5.
Mei
15
-
-
59.086
1.181.720
78.781
Jumlah

254.783
5.095.660
175.427
3.574.292


          Untuk komposisi telur Alaska Pollock, pada setiap carton diisi sebanyak 3 inner carton yang masing-masing inner carton seberat 7,7 kg jadi dalam satu master carton telur seberat 23 kg. Data komposisi telur Alaska Pollock dapat dilihat pada Tabel 4. 

Tabel 4. Komposisi telur Alaska Pollock
No.
Bulan
Hari setting
Ukuran
Jumlah
L
M
S
SS
KA
KB
KC
1.
Maret
25
71
1171
575
382
686
565
277
3727
2.
April
14
32
413
202
492
419
347
375
2280
Jumlah
39
103
1584
777
874
1105
912
652
6007
Keterangan :
              L       = 100 - 180 gr/telur
              M      = 60 - 100 gr/telur
              S       = 40 - 60 gr/telur
              SS     = 30 – 40 gr/telur
              KA    = telur yang rusak/robek sebesar 1 cm
              KB    = telur yang memiliki kerusakan 2 cm atau 1/3 dari bagan telur
              KC    = telur yang memiliki kerusakan 2/3 dari bagian telur
3.2.    Laju Tangkap
          Fluktuasi laju tangkapan pada data yang diambil dari Perairan Okhotsk-Rusia selama 157 hari setting yang dibagi menjadi dua periode yaitu periode 2014 yakni November dan Desember serta periode 2015 yakni Januari, Februari, Maret, April, dan Mei. Dalam penghitungan laju tangkap untuk effort diasumsikan sebesar 16 jam dalam satu hari penangkapan. Data laju tangkap Herring dan Alaska Pollock dapat dilihat pada Tabel 5 dan Tabel 6.
Tabel 5. Laju tangkap pada tahun 2014
No.
Bulan
Laju Tangkap 2014
Herring (kg)
1.
November
4.967,67
2.
Desember
6.145,96
                                                                                                     
Tabel 6. Laju tangkap pada tahun 2015.
No.
Bulan
Laju Tangkap 2015
Herring (kg)
Alaska Pollock (kg)
1.
Januari
6.402,20
-
2.
Februari
6.510,36
-
3.
Maret
-
3.369,06
4.
April
-
4.789,23
5.
Mei
-
4.923.83

4.       Pembahasan
4.1.    Hasil Tangkapan
          Pada Tabel 1 terlihat jelas bahwa hasil tangkapan selama 157 hari  dengan hasil tangkapan paling dominan adalah Herring (Clupea harengus) sebanyak 9.087.520 kg (71,2%) dengan rata-rata hasil tangkapan  97.715 kg per hari dan Alaska Pollock (Theragra chalcogrammus) sebanyak 3.674.292 kg (28,8%) dengan rata-rata hasil tangkapan 57.410 kg per hari, jumlah total hasil tangkapan sebanyak 12.761.812 kg selama 157 hari operasi penangkapan.
          Pada Tabel 2 dapat dilihat Hasil tangkapan bulan November 2014 untuk Herring mencapai 87.431 kantong  dengan berat 1.748.620 kg dengan rata-rata hasil tangkapan 79.482 kg/hari. Sedangkan pada bulan Desember 2014 terjadi peningkatan jumlah hasil tangkapan yaitu 112.162 kantong dengan berat 2.243.240 kg dengan rata-rata hasil tangkapan 101.955 kg/hari sehingga total hasil tangkapan pada tahun 2014 adalah sebesar 199.593 kantong dengan berat 3.991.860 kg. 
          Pada Tabel 3 memperlihatkan bahwa hasil tangkapan pada bulan Januari 2015 mencapai total hasil tangkapan 129.782 kantong dengan berat 2.595.640 kg dengan rata-rata hasil tangkapan/hari 103.825 kg. Namun terjadi peningkatan rata-rata hasil tangkapan/hari sebanyak 104.167 kg pada bulan Februari walapun total hasil tangkapan hanya 125.001 kantong dengan berat 2.500.020 kg, hal ini di sebabkan jumlah hari penangkapan yang berbeda pada bulan januari dan Februari. Pada awal bulan Maret dilakukan perubahan target hasil tangkapan dari Herring ke Alaska Pollock dengan total hasil tangkapan 4.3218 kantong dengan berat 950.796 kg dengan rata-rata hasil tangkapan/hari 38.031 kg, pada bulan April terjadi peningkatan total hasil tangkapan sebesar 73.123 kantong seberat 1.541.776 kg dengan rata-rata hasil tangkapan/hari 64.240 kg. Pada bulan Maret operasi penangkapan hanya dilakukan selama 15 hari sehingga total hasil tangkapan hanya 59.086 kantong dengan berat 1.181.720 kg namun pada bulan ini terjadi peningkatan rata-rata hasil tangkapan/hari sebesar 78.781 kg.
          Pada Tabel 4 memperlihatkan bahwa komposisi telur Alaska Pollock pada bulan Maret didominasi ukuran M sebanyak 1171 carton disusul ukuran KA sebanyak 686 carton, untuk jumlah ukuran S dan KB tidak jauh berbeda yaitu S sebanyak 575 carton dan KB sebanyak 565 carton kemudian untuk ukuran KC sebanyak 277 carton dan yang terakhir ukuran L sebanyak 71 carton. Pada bulan April didominasi oleh ukuran SS sebanyak 492 carton, kemudian SS sebanyak 419 carton yang tidak jauh berbeda dengan M sebanyak 413 carton, begitu pula untuk KB sebanyak 347 carton yang tidak jauh berbeda dengan KC sebanyak 375 carton dan yang terakhir adalah L sebanyak 32 carton. Pada bulan Maret didominasi oleh telur dengan ukuran M, hal Ini disebabkan karena pada bulan Maret merupakan bulan pertengahan untuk musim bertelur ikan Alaska Pollock (Harmann, 2005) dan untuk ukuran ikan yang ditangkap didominasi ikan dengan panjang antara 40 – 45 cm sehingga telur-telur yang dihasilkan merupakan telur ukuran sedang atau ukuran M dengan berat 60-100 gr/telur sedangkan pada bulan April, telur Alaska Pollock didominasi untuk ukuran SS dikarenakan pada bulan April merupakan bulan awal musim kedua untuk bertelur ikan Alaska Pollock, sehingga telur-telur yang didapatkan dari ikan Alaska Pollock merupakan telur yang masih berukuran kecil (Harmaan 2005). Menurut Harmann (2005) Ikan Alaska Pollock berpijah sesuai dengan musim dari suatu daerah ke daerah yang lain  pada kedalaman 90 – 200 m dari permukaan laut yang terjadi pada bulan Februari, Maret dan April di Laut Okhotsk, kemudian ikan bertelur kembali pada bulan April, Mei, dan Juni untuk di daerah yang lebih dekat dengan pantai dan landai. Untuk satu induk dewasa dengan panjang sekitar 60 cm bisa menghasilkan telur sebanyak 500.000 hingga 600.000 telur sedangkan untuk induk yang memiliki panjang 40 hingga 45 cm menghasilkan sekitar sepertiga dari induk dengan panjang 60 cm.
Alaska Pollock memiliki dua musim penangkapan, untuk musim pertama pada Januari hingga April atau yang dikenal sebagai musim A. Musim A merupakan musim pemijahan Alaska Pollock, pada musim ini yang menjadi target utama adalah telur Alaska Polock. Kapal Mys. Elyzavety melakukan penangkapan Alaska Pollock yang sedang berpijah pada bulan Maret dan April. Sedangkan pada musim B yaitu pada akhir Agustus hingga akhir September merupakan musim penagkapan yang luar biasa untuk Alaska Pollock tanpa telur yang melakukan migrasi untuk mencari makan di laut dalam. Pada musim ini kapal akan beroperasi dengan cara koopratif, dimana kapal akan diberikan kuota target penangkapan (FAO Fisheries, 1997). Jadi dapat disimpulkan bahwa penangkapan ikan di Laut Okhotsk – Rusia mengikuti musim berpijah dan migrasi makan ikan.
4.2.    Laju Tangkap   
          Dapat dilihat pada Tabel 5 adanya perbedaan fluktuasi laju tangkap antara bulan November 2014 dan Desember 2014, pada bulan November 2014 memiliki laju tangkap sebesar 4.967,67 kg/jam dan terjadi peningkatan laju tangkap menjadi 6.145,96 kg/jam pada bulan Desember 2014. Sedangkan pada Tabel 6 dapat dilihat fluktuasi laju tangkap Herring pada Januari 2015 sebesar 6.402,20 kg/jam dan terjadi peningkatan laju tangkap pada Februari 2015 menjadi 6.510,36 kg/jam. Pada bulan Maret 2015, Alaska Pollock menjadi target hasil tangkapan dengan laju tangkap sebesar 3.369,06 kg/jam, dan pada bulan April 2015 terjadi peningkatan laju tangkap menjadi 4.789,23 kg/jam, begitu pula pada bulan Mei 2015 terjadi peningkatan menjadi 4.923.83 kg/jam. Dari kedua tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi perbedaaan yang sangat signifikan antara Herring dan Alaska Pollock, dimana untuk laju tangkap Herring yang terbanyak pada bulan Februari 2015 sebesar 6.510,36 kg/jam dan laju tangkap terendah pada bulan November 2014 sebesar 4.967,67 kg/jam, sedangkan laju tangkap Alaska Pollock terbanyak pada bulan Mei 2015 sebesar 4.923.83 kg/jam dan  yang terendah pada bulan Maret 2015 sebesar 3.369,06 kg/jam.           
Daftar Pustaka
Balxter JHS. 1985. Age, Lenght, and Ganodal Stage of Herring from Georges Bank an Gulf of Maine. Int. Comm. Northwest Atl. Fish. (ICNAF) 5:49-61
FAO. 1997. Review of The State of World Fishery Resources: Marine Fisheries. Fisheries Departemen FAO, Rome, Italy. Retrieved from http://www.fao.org/dorcep/003/w4248e/w428e20.htm on June 18, 2015.
­____. Herring. 2015. Species Fact Sheet, FAO Fisheries and Aquaqulture, Rome, Italy. Retrieved from hhtp://www. fao.org/fishery/species/2886/en on June 25, 2015.
____. Alaska Pollock. 2015. Species Fact Sheet. FAO Fisheries and Aquaqulture, Rome, Italy. Retrieved from hhtp://www. fao.org/fishery/species/3017/en on June 25, 2015.
GIWA. 2015. Boundaries of the Sea of Okhotsk (Region 30). Global International Waters Assessment, GIWA, Kalmar, Sweden. Retrieved from http://www.unep.org/dewa/giwa/publications/ on June 18, 2015.
Harmann A. 2005. A Biophysical Model of Shelikof Strait. Parisa Ijadi-Moghsoodi, University of Michigan, USA. Retrieved from http://www.pmel.noaa.gov/foci/spem/-ibm.html on July 17, 2015.
Moeljanto. 1992. Fish handling. Penebar Swadaya, Jakarta, Indonesia.
Nainggolan C. 2006. Fishing method. Universitas Terbuka, Jakarta, Indonesia.
O’Brien, L., J. Burnett and R.K. Mayo. 1993 Maturation of Nineteen Species of Fin Fish Of The Northeast Coast of the United State, page 113.
NOOA Fisheries. 2014. Pasific Herring (Clupea pallasii). NOOA Fisheries Office of Protected Resources, Unites State of America. Retrieved from http://www.nmfs.noaa.gov/pr/species/fish/pasific herring.htm. on June 22, 2015
Pralampita, Wiwiet dan Putra. 1999. Catch Rate and Fishing Effort Analysis of Long Line in Baturakas, East Java. Journal Penelitian Perikanan Indonesia. Badan Penelitian dan Perkembangan Pertanian Departemen Pertanian, Jakarta, Indonesia. Volume (2)
Sparre P and Venema SC. 1999. Introduction of Tropical Fish Stock Analysis.  Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Jakarta, Indonesia.
Sobolevskaya and Divovich. 2015. The Wall Street of Fisheries : the Russian Far East, A Catch Reconstruction From 1950 Until 2010. Fisheries Centre, University of British Colombia, Vancouver, Canada. Retrieved from http://www.searoundus.org/doc/publications/wp/2015/Sobollevskaya and-Divovich-Russia-Far-East.pdf. on June 22, 2015.

Komentar