Pengamatan Di Atas Kapal Pada Operasi Penangkapan Ikan Dengan Trawl Laut Dalam (Midwater Trawl) Di Laut Okhotsk – Rusia
Pengamatan
Di Atas Kapal Pada Operasi Penangkapan Ikan Dengan Trawl Laut Dalam (Midwater
Trawl) Di Laut Okhotsk – Rusia
oleh Rachmat Juanda
1. Pendahuluan
Laut Okhotsk
adalah sebuah wilayah laut yang berada diantara Semenanjung Kamchatka, garis
Pantai Rusia, Pulau Sakhalin, Kepulauan Kuril, dan Pulau Hokaido Jepang,
terletak di Samudra Pasifik Utara diantara 43O 43’ LU dan 62O 43’ LU, 135O 10’ BT dan 164O 54’ BT denglan luas perairan 1.583.000 km2 (Dyphil,
2015). Potensi sumberdaya perikanan di Laut Okhotsk yang bernilai ekonomis
penting adalah Herring (Clupea harengus)
dan Alaska Pollock (Theragra
chalcogrammus) (FAO, 1997).
Herring dan Alaska Pollock merupakan sumber daya perikanan yang berperan nyata
dalam sektor perikanan laut dan banyak dikomsumsi oleh masyarakat di belahan
bumi Eropa, dan merupakan hasil tangkapan yang melimpah di Laut Okhotsk
(Sibolevskaya dan Divovich, 2015). Laut Okhotsk-Rusia memiliki kelimpahan biota
laut yang beragam serta produktivitas penangkapan yang tinggi. Menurut data FAO
dalam penelitian Sobolevskaya dan Divovich (2015) tercatat terjadi penangkapan
untuk ikan Alaska Pollock mencapai
1.500.450 ton dalam setahun sedangkan untuk penangkapan Herring 222,041 ton
pada tahun 2010.
Trawl laut dalam yang beroperasi di Laut Okhotsk – Rusia
memiliki target tangkapan berupa Herring (Clupea
harengus) dan Alaska Pollock (Theragra
chalcogrammus). Ikan tersebut hidup mencapai umur 3 – 4 tahun (O’Brien et al, 1993) dengan panjang sekitar 30 –
38 cm (Blaxter, 1985) pada kedalaman perairan 200 – 350 m dari permukaan laut.
Penangkapan Alaska Pollock dilakukan pada kedalaman 90 – 300 m di perairan Laut
Bering dan kedalaman 50 – 200 m di Teluk Alaska ( ketika musim dingin pada
kedalaman 100 – 200 m dan ketika musim panas pada kedalaman 50 – 150).
Data FAO dalam penelitian Sobolevskaya dan Divovich (2015)
bahwa terjadi penurunan hasil tangkapan untuk ikan Herring dan Alaska Pollock.
Pada tahun 1956 hingga 1975 tercatat hasil tangkapan Herring di Laut
Okhotsk-Rusia sebesar 6.633.500 ton yang jika dirata-rata penangkapan dalam
setahun mencapai 349.131 ton, pada tahun 1996 hingga 2004 sebesar 2.617.200 ton
yang jika dirata-rata dalam setahun sebesar 327.156 ton. Jumlah ini semakin
menurun pada tahun 2010, tercatat total hasil tangkapan hanya sebesar 232.370
ton dalam setahun. Sama halnya dengan Herring, pada hasil tangkapan Alaska
Pollock juga terjadi penurunan hasil tangkapan. Pada tahun 1992 tercatat hasil
tangkapan Alaska Pollock di Laut Okhotsk-Rusia sebesar 1.686.000 ton, pada
tahun 1998 tercatat hasil tangkapan sebesar 1.351.000 ton dalam setahun, dan
menurut data terakhir pada tahun 1999 terjadi penangkapan untuk Alaska Pollock
sebesar 1.044.000 ton. Studi mengenai
trawl laut dalam di Laut Okhotsk – Rusia menjadi menarik karena memberikan data
real mengenai hasil tangkapan Herring
dan Alaska Pollock.
Tujuan
dari studi ini adalah untuk memberikan ini informasi mengenai komposisi hasil
tangkapan dan laju tangkap trawl laut dalam (midwater trawl) yang beroperasi di Laut Okhotsk-Rusia, sehingga
diharapkan mampu memberikan informasi mengenai hasil tangkapan trawl laut dalam
(midwater trawl) di
Laut Okhotsk-Rusia dan memberikan inspirasi pemanfaatan ikan laut dalam
Indonesia.
2. Bahan dan metode
2.1. Waktu
dan Tempat Studi
Pengamatan
dilakukan selama ± 8 bulan, dimulai sejak tanggal 21 Oktober 2014 sampai
tanggal 4 Juni 2015. Pengamatan dilakukan dengan mengikuti kegiatan operasi
penangkapan ikan di atas kapal Mys Elizavety milik perusahaan Tranzit Co. Ltd,
Rusia. Mys Elizavety memiliki berat kotor 2975 GT dengan panjang keseluruhan
(LOA) 84,65 m, lebar 13,71 m, draft
5,18 m, kapasitas tangki bahan bakar 765 ton, kapasitas tangki air tawar
sebesar 310 ton, dan kapasitas palka sebesar 1321 m3 (800 ton). Daerah
penangkapan Mys. Elyzavety berada di Laut Okhotsk Rusia yang termasuk dalam
Area 61 dalam pemetaan Fishing Ground FAO,
terletak pada Samudera Pasifik utara diantara Semenanjung Kamchatka di timur,
Pulau Kuril di tenggara, Pulau Hokkaido di selatan, dan pulau Sakhalin dibagian
barat.
Jaring
yang digunakan memiliki panjang head rope
dan ground rope yang sama yaitu
sebesar 191 m dengan panjang total jaring dalam posisi tegang yang diukur dari
ujung sayap hingga ujung kantong 239,25 meter. Kedalaman jaring pada saat
pengoperasian adalah 200 – 350 m. Ukuran mata jaring pada bagian sayap 6 m
dengan diameter bahan untuk upper edge 14
mm dan untuk lower edge 16 mm dengan
bahan jaring super danline 3st. Pada
bagian badan jaring menggunakan ukuran mata yang berbeda dan bahan yang berbeda
pula, untuk badan jaring yang mendekati sayap jaring memiliki ukuran mata
jaring 4 m dengan bahan nylon 3st yang
berdiameter bahan 10 mm, untuk bahan nylon
braided memiliki ukuran mata sebesar 2 m dengan diamater 8 mm dan untuk
ukuran mata 1 m berdiameter 6 mm, dan pada bagian badan untuk bahan eurofix nylon braided memiliki 3 ukuran
mata yang berbeda sebesar 60 cm berdiameter 4 mm, ukuran mata 40 cm berdiameter
4 mm, dan ukuran mata 15 cm berdiameter 3 mm. Pada bagian kantong menggunakan
bahan polytit br dengan ukuran mata
sebesar 12 cm dengan diameter bahan 4 mm.
Hasil
tangkapan yang diperoleh dari setiap operasi penangkapan yang dicatat merupakan
hasil tangkapan per setting yang
telah dilakukan penanganan didalam pabrik yang terletak pada lower deck kapal
dan dihitung dalam bentuk kantong
dengan ukuran 20 kg/kantong untuk Herring dan Alaska Pollock,
sedangkan untuk Alaska Pollock head less seberat 22 kg/kantong dan untuk telur ikan Alaska Pollock seberat 23 kg/karton. Jumlah
ikan hasil tangkapan dilaporkan pada nakhoda atau mualim untuk dicatat di dalam
fishing log book.
2.2. Metode Analisa Data
Komposisi hasil tangkapan yang
diperoleh dianalisis secara deskriptif, dengan cara melakukan pengamatan langsung di
lapangan dan melakukan pencatatan hasil tangkapan setiap hari selama operasi
penangkapan dilakukan, hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan antara jumlah
dan rata-rata hasil tangkapan setiap bulannya yang ditampilkan dalam bentuk
tabel dan diagram sehingga mempermudah pembaca untuk memahami data komposisi
hasil tangkapan yang ditampilkan.
Data pasti
untuk lama towing dan jumlah setting dalam satu hari tidak dilakukan
pencatatan dengan sempurna, karena selama di atas kapal penulis dibebani banyak
pekerjaan seperti anak buah kapal. Sehingga lama upaya penangkapan (effort) adalah estimasi berdasarkan
pengamatan dan kebiasaan yang terjadi selama di atas kapal. Perhitungan laju
tangkap trawl laut dalam yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan lama towing selama 4 jam dengan jumlah setting dalam satu hari sebanyak 4 kali
setting, sehingga didapatkan lama upaya penangkapan (effort) selama 16 jam.
Analisis laju tangkap menggunakan formulasi Shindo dalam P. Sparre, S.C.
Venema (1999) sebagai berikut:
Effort((jam)
Keterangan:
Catch : Hasil tangkapan
(kg)
Effort :
Upaya penangkapan (dikonversi dari towing dalam satuan jam)
Hasil
dari perhitungan laju tangkap ini akan dijelaskan secara deskriptif dan
ditampilkan dalam bentuk tabel serta diagram, agar pembaca dapat lebih mudah
memahami laju tangkap yang ditampilkan.
Hasil tangkapan Alaska Pollock pada tanggal 3 Mei 2015
hingga 19 April 2015 merupakan ikan yang telah dilakukan pemotongan kepala.
Namun, untuk menghitung besarnya laju tangkap ikan utuh diperlukan data
mengenai bobot utuh dari Alaska Pollock yang telah dilakukan pemotongan kepala.
Menurut Moeljanto (1992) nilai rendemen kepala ikan dan isi perut yang dibuang
sebesar 30% dari berat total ikan. Nilai rendemen ini didapatkan berdasarkan
bentuk tubuh ikan yang sejenis Alaska Pollock yaitu ikan Patin (Pangasius pangasius). Dari nilai
rendemen kepala dan isi perut sebesar 30% maka untuk nilai bobot ikan setelah
dipotong kepala dan dipisahkan isi perutnya sebesar 70% dari berat total
ikan. Dari hasil rendemen tersebut, maka
didapatkan rumus untuk menentukan berat keseluruhan ikan yang telah dipotong
kepala sebagai berikut:
Berat Total = 10/7 x berat ikan setelah dipotong
|
|
3.3. Hasil
3.1. Komposisi Hasil Tangkapan
Tabel
dibawah ini merupakan data hasil tangkapan selama 157 hari. Operasi penangkapan
di mulai pada tanggal 3 November 2014 dan berakhir pada tanggal 17 Mei 2015
dengan hasil tangkapan Herring (Clupea
harengus) dan Alaska Pollock (Theragra
chalcogrammus). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel
1. Komposisi hasil tangkapan Mys. Elyzavety
|
No.
|
Hasil Tangkapan
|
Jumlah hari
penangkapan
|
Jumlah Hasil
Tangkapan
(kg)
|
%
|
Rata-rata/hari
|
|
|
Nama
Ilmiah
|
Nama
Komersil
|
|||||
|
1.
|
Clupea
harengus
|
Herring
|
93
|
9.087.520
|
71,2
|
97.715
|
|
2.
|
Theragra
chalcogrammus
|
Alaska Pollock
|
64
|
3.674.292
|
28,8
|
57.410
|
|
Jumlah
|
157
|
12.761.812
|
100
|
|
||
Pengamatan komposisi hasil tangkapan
pada Mys. Elyzavety dilakukan setiap hari selama operasi penangkapan dilakukan.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui komposisi jenis Ikan apa saja yang
tertangkap pada bulan-bulan tertentu. Data hasil tangkapan tahun 2014 pada
bulan November, dan Desember serta tahun 2015 pada bulan Januari, Februari,
Maret, April, Mei. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2 dan Tabel 3.
Tabel
2. Rata-rata Hasil Tangkapan Tahun 2014
|
No.
|
Bulan
|
Hari penangkapan
|
Nama
Pasaran
|
Rata-Rata /hari
|
|
|
Herring
|
|||||
|
Kantong
|
Kg
|
||||
|
1.
|
November
|
22
|
87.431
|
1.748.620
|
79.482
|
|
2.
|
Desember
|
22
|
112.162
|
2.243.240
|
101.955
|
|
Jumlah
|
44
|
199.593
|
3.991.860
|
|
|
Tabel
3. Rata-Rata Hasil Tangkapan Tahun 2015
|
No
|
Bulan
|
Hari
Penagkapan
|
Nama
Pasaran
|
Rata2/
hari
|
|||
|
Herring
|
Alaska Pollock
|
||||||
|
Kantong
|
Kg
|
Kantong
|
Kg
|
||||
|
1.
|
Jan
|
25
|
129.782
|
2.595.640
|
-
|
-
|
103.825
|
|
2.
|
Feb
|
24
|
125.001
|
2.500.020
|
-
|
-
|
104.167
|
|
3.
|
Maret
|
25
|
-
|
-
|
4.3218
|
950.796
|
38.031
|
|
4.
|
April
|
24
|
-
|
-
|
73.123
|
1.541.776
|
64.240
|
|
5.
|
Mei
|
15
|
-
|
-
|
59.086
|
1.181.720
|
78.781
|
|
Jumlah
|
|
254.783
|
5.095.660
|
175.427
|
3.574.292
|
|
|
Untuk komposisi telur Alaska Pollock,
pada setiap carton diisi sebanyak 3 inner
carton yang masing-masing inner
carton seberat 7,7 kg jadi dalam satu master
carton telur seberat 23 kg. Data komposisi telur Alaska Pollock dapat
dilihat pada Tabel 4.
Tabel
4. Komposisi telur Alaska Pollock
|
No.
|
Bulan
|
Hari
setting
|
Ukuran
|
Jumlah
|
||||||
|
L
|
M
|
S
|
SS
|
KA
|
KB
|
KC
|
||||
|
1.
|
Maret
|
25
|
71
|
1171
|
575
|
382
|
686
|
565
|
277
|
3727
|
|
2.
|
April
|
14
|
32
|
413
|
202
|
492
|
419
|
347
|
375
|
2280
|
|
Jumlah
|
39
|
103
|
1584
|
777
|
874
|
1105
|
912
|
652
|
6007
|
|
Keterangan :
L = 100 -
180 gr/telur
M = 60 - 100
gr/telur
S = 40 - 60
gr/telur
SS = 30 – 40
gr/telur
KA = telur yang
rusak/robek sebesar 1 cm
KB = telur yang
memiliki kerusakan 2 cm atau 1/3 dari bagan telur
KC = telur yang memiliki kerusakan 2/3 dari
bagian telur
3.2. Laju
Tangkap
Fluktuasi laju
tangkapan pada data yang diambil dari Perairan Okhotsk-Rusia selama 157 hari
setting yang dibagi menjadi dua periode yaitu periode 2014 yakni November dan
Desember serta periode 2015 yakni Januari, Februari, Maret, April, dan Mei.
Dalam penghitungan laju tangkap untuk effort
diasumsikan sebesar 16 jam dalam satu hari penangkapan. Data laju tangkap
Herring dan Alaska Pollock dapat dilihat pada Tabel 5 dan Tabel 6.
Tabel
5. Laju tangkap pada tahun 2014
|
No.
|
Bulan
|
Laju
Tangkap 2014
|
|
Herring
(kg)
|
||
|
1.
|
November
|
4.967,67
|
|
2.
|
Desember
|
6.145,96
|
Tabel
6. Laju tangkap pada tahun 2015.
|
No.
|
Bulan
|
Laju
Tangkap 2015
|
|
|
Herring
(kg)
|
Alaska
Pollock (kg)
|
||
|
1.
|
Januari
|
6.402,20
|
-
|
|
2.
|
Februari
|
6.510,36
|
-
|
|
3.
|
Maret
|
-
|
3.369,06
|
|
4.
|
April
|
-
|
4.789,23
|
|
5.
|
Mei
|
-
|
4.923.83
|
4. Pembahasan
4.1. Hasil Tangkapan
Pada Tabel 1 terlihat jelas bahwa hasil tangkapan selama
157 hari dengan hasil tangkapan paling
dominan adalah Herring (Clupea harengus)
sebanyak 9.087.520 kg (71,2%) dengan rata-rata hasil tangkapan 97.715 kg per hari dan Alaska Pollock (Theragra chalcogrammus) sebanyak
3.674.292 kg (28,8%) dengan rata-rata hasil tangkapan 57.410 kg per hari,
jumlah total hasil tangkapan sebanyak 12.761.812 kg selama 157 hari operasi
penangkapan.
Pada Tabel 2 dapat dilihat Hasil tangkapan bulan November
2014 untuk Herring mencapai 87.431 kantong
dengan berat 1.748.620 kg dengan
rata-rata hasil tangkapan 79.482 kg/hari. Sedangkan pada bulan Desember 2014
terjadi peningkatan jumlah hasil tangkapan yaitu 112.162
kantong dengan berat 2.243.240 kg
dengan rata-rata hasil tangkapan 101.955 kg/hari sehingga total hasil tangkapan
pada tahun 2014 adalah sebesar 199.593 kantong dengan berat 3.991.860 kg.
Pada Tabel 3 memperlihatkan bahwa hasil tangkapan pada
bulan Januari 2015 mencapai total hasil tangkapan 129.782
kantong dengan berat 2.595.640 kg
dengan rata-rata hasil tangkapan/hari 103.825 kg. Namun terjadi
peningkatan rata-rata hasil tangkapan/hari sebanyak 104.167 kg pada bulan
Februari walapun total hasil tangkapan hanya 125.001
kantong dengan berat 2.500.020 kg, hal
ini di sebabkan jumlah hari penangkapan yang berbeda pada bulan januari dan
Februari. Pada awal bulan Maret dilakukan perubahan target hasil tangkapan dari
Herring ke Alaska Pollock dengan total hasil tangkapan 4.3218 kantong dengan berat 950.796 kg dengan
rata-rata hasil tangkapan/hari 38.031 kg, pada bulan April terjadi peningkatan
total hasil tangkapan sebesar 73.123 kantong
seberat 1.541.776 kg dengan rata-rata hasil tangkapan/hari 64.240 kg. Pada
bulan Maret operasi penangkapan hanya dilakukan selama 15 hari sehingga total
hasil tangkapan hanya 59.086 kantong dengan
berat 1.181.720 kg namun pada bulan ini terjadi peningkatan rata-rata hasil
tangkapan/hari sebesar 78.781 kg.
Pada Tabel 4 memperlihatkan bahwa komposisi telur Alaska
Pollock pada bulan Maret didominasi ukuran M sebanyak 1171 carton disusul ukuran KA sebanyak 686 carton, untuk jumlah ukuran S
dan KB tidak jauh berbeda yaitu S sebanyak 575 carton dan KB sebanyak 565
carton kemudian untuk ukuran KC sebanyak 277 carton dan yang terakhir ukuran L
sebanyak 71 carton. Pada bulan April didominasi oleh ukuran SS sebanyak 492
carton, kemudian SS sebanyak 419 carton yang tidak jauh berbeda dengan M
sebanyak 413 carton, begitu pula untuk KB sebanyak 347 carton yang tidak jauh
berbeda dengan KC sebanyak 375 carton dan yang terakhir adalah L sebanyak 32
carton. Pada bulan Maret didominasi oleh telur dengan ukuran M, hal Ini
disebabkan karena pada bulan Maret merupakan bulan pertengahan untuk musim
bertelur ikan Alaska Pollock (Harmann, 2005) dan untuk ukuran ikan yang
ditangkap didominasi ikan dengan panjang antara 40 – 45 cm sehingga telur-telur
yang dihasilkan merupakan telur ukuran sedang atau ukuran M dengan berat 60-100
gr/telur sedangkan pada bulan April, telur Alaska Pollock didominasi untuk
ukuran SS dikarenakan pada bulan April merupakan bulan awal musim kedua untuk
bertelur ikan Alaska Pollock, sehingga telur-telur yang didapatkan dari ikan
Alaska Pollock merupakan telur yang masih berukuran kecil (Harmaan 2005).
Menurut Harmann (2005) Ikan Alaska Pollock berpijah sesuai dengan musim dari
suatu daerah ke daerah yang lain pada
kedalaman 90 – 200 m dari permukaan laut yang terjadi pada bulan Februari,
Maret dan April di Laut Okhotsk, kemudian ikan bertelur kembali pada bulan
April, Mei, dan Juni untuk di daerah yang lebih dekat dengan pantai dan landai.
Untuk satu induk dewasa dengan panjang sekitar 60 cm bisa menghasilkan telur
sebanyak 500.000 hingga 600.000 telur sedangkan untuk induk yang memiliki panjang
40 hingga 45 cm menghasilkan sekitar sepertiga dari induk dengan panjang 60 cm.
Alaska
Pollock memiliki dua musim penangkapan, untuk musim pertama pada Januari hingga
April atau yang dikenal sebagai musim A. Musim A merupakan musim pemijahan
Alaska Pollock, pada musim ini yang menjadi target utama adalah telur Alaska
Polock. Kapal Mys. Elyzavety melakukan penangkapan Alaska Pollock yang sedang
berpijah pada bulan Maret dan April. Sedangkan pada musim B yaitu pada akhir
Agustus hingga akhir September merupakan musim penagkapan yang luar biasa untuk
Alaska Pollock tanpa telur yang melakukan migrasi untuk mencari makan di laut
dalam. Pada musim ini kapal akan beroperasi dengan cara koopratif, dimana kapal
akan diberikan kuota target penangkapan (FAO Fisheries, 1997). Jadi dapat
disimpulkan bahwa penangkapan ikan di Laut Okhotsk – Rusia mengikuti musim
berpijah dan migrasi makan ikan.
4.2. Laju Tangkap
Dapat
dilihat pada Tabel 5 adanya perbedaan fluktuasi laju tangkap antara bulan
November 2014 dan Desember 2014, pada bulan November 2014 memiliki laju tangkap
sebesar 4.967,67 kg/jam dan terjadi peningkatan laju tangkap menjadi 6.145,96
kg/jam pada bulan Desember 2014. Sedangkan pada Tabel 6 dapat dilihat fluktuasi
laju tangkap Herring pada Januari 2015 sebesar 6.402,20 kg/jam dan terjadi
peningkatan laju tangkap pada Februari 2015 menjadi 6.510,36 kg/jam. Pada bulan
Maret 2015, Alaska Pollock menjadi target hasil tangkapan dengan laju tangkap
sebesar 3.369,06 kg/jam, dan pada bulan April 2015 terjadi peningkatan laju
tangkap menjadi 4.789,23 kg/jam, begitu pula pada bulan Mei 2015 terjadi
peningkatan menjadi 4.923.83 kg/jam. Dari kedua tabel tersebut dapat
disimpulkan bahwa terjadi perbedaaan yang sangat signifikan antara Herring dan
Alaska Pollock, dimana untuk laju tangkap Herring yang terbanyak pada bulan
Februari 2015 sebesar 6.510,36 kg/jam dan laju tangkap terendah pada bulan
November 2014 sebesar 4.967,67 kg/jam, sedangkan laju tangkap Alaska Pollock
terbanyak pada bulan Mei 2015 sebesar 4.923.83 kg/jam dan yang terendah pada bulan Maret 2015 sebesar
3.369,06 kg/jam.
Daftar
Pustaka
Balxter
JHS. 1985. Age, Lenght, and Ganodal Stage of Herring from Georges Bank an Gulf
of Maine. Int. Comm. Northwest Atl. Fish. (ICNAF) 5:49-61
FAO.
1997. Review of The State of World Fishery Resources: Marine Fisheries.
Fisheries Departemen FAO, Rome, Italy. Retrieved
from http://www.fao.org/dorcep/003/w4248e/w428e20.htm
on June 18, 2015.
____.
Herring. 2015. Species Fact Sheet, FAO Fisheries and Aquaqulture, Rome, Italy. Retrieved from hhtp://www.
fao.org/fishery/species/2886/en on June 25,
2015.
____.
Alaska Pollock. 2015. Species Fact Sheet. FAO
Fisheries and Aquaqulture, Rome, Italy. Retrieved
from hhtp://www.
fao.org/fishery/species/3017/en on June 25,
2015.
GIWA.
2015. Boundaries of the Sea of Okhotsk (Region 30). Global
International Waters Assessment, GIWA, Kalmar, Sweden. Retrieved from
http://www.unep.org/dewa/giwa/publications/ on June 18, 2015.
Harmann
A. 2005. A Biophysical Model of Shelikof Strait. Parisa Ijadi-Moghsoodi, University
of Michigan, USA. Retrieved from http://www.pmel.noaa.gov/foci/spem/-ibm.html on July 17, 2015.
Moeljanto.
1992. Fish handling. Penebar Swadaya, Jakarta, Indonesia.
Nainggolan
C. 2006. Fishing method. Universitas Terbuka, Jakarta, Indonesia.
O’Brien,
L., J. Burnett and R.K. Mayo. 1993 Maturation of Nineteen Species of Fin Fish
Of The Northeast Coast of the United State, page 113.
NOOA
Fisheries. 2014. Pasific Herring (Clupea
pallasii). NOOA Fisheries Office of Protected Resources, Unites
State of America. Retrieved from http://www.nmfs.noaa.gov/pr/species/fish/pasific
herring.htm. on June 22, 2015
Pralampita,
Wiwiet dan Putra. 1999. Catch Rate and Fishing Effort Analysis of Long Line in
Baturakas, East Java. Journal Penelitian
Perikanan Indonesia. Badan Penelitian dan Perkembangan Pertanian Departemen
Pertanian, Jakarta, Indonesia. Volume (2)
Sparre
P and Venema SC. 1999. Introduction of Tropical Fish Stock Analysis. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan,
Jakarta, Indonesia.
Sobolevskaya
and Divovich. 2015. The Wall Street of Fisheries : the Russian Far East, A
Catch Reconstruction From 1950 Until 2010. Fisheries Centre, University of
British Colombia, Vancouver, Canada. Retrieved
from http://www.searoundus.org/doc/publications/wp/2015/Sobollevskaya
and-Divovich-Russia-Far-East.pdf. on June 22, 2015.
Komentar
Posting Komentar